RENJA 2019

RENCANA KERJA

(RENJA) TAHUN ANGGARAN 2019

Image-19

PEMERINTAH KOTA BANJAR DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH

DAN PERDAGANGAN

JL. BRIGJEN M. ISA, SH KOMPLEK PERKANTORAN PURWAHARJA TELP. (0265) 745272 KOTA BANJAR

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja (Renja) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bajar Tahun 2019 merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disyaratkan dalam UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang memuat rancangan prioritas program dan kegiatan yang direncanakan serta pendanaannya.

Dengan tersusunnya Rencana Kerja (Renja) Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, diharapkan dapat memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan dan menjadi pedoman acuan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta tanggungjawab semua pihak terkait sehingga visi dan misi yang telah ditetapkan dapat terwujud.

Kami menyadari bahwa Rencana Kerja (Renja) ini masih jauh dari sempurna, sehingga diharapkan masukan dan saran yang konstruktif dalam penyempurnaannya di masa yang akan datang.

Akhir kata terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Rencana Kerja ini.

Banjar, 2018

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah

dan Perdagangan Kota Banjar

SAIFUDDIN A.Ks. M. Kes

NIP. 19680629 198901 1 002

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………………….. ii
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………………………………………………. iii
DAFTAR BAGAN ……………………………………………………………………………………………………….. iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………….. I-1
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………………………………… I-1
1.2 Landasan Hukum ………………………………………………………………………………….. I-4
1.3 Maksud dan Tujuan ………………………………………………………………………………. I-5
1.4 Sistematika Penulisan …………………………………………………………………………… I-6
BAB II EVALUASI PELAKSANAA RENJA OPD TAHUN LALU ……………………………………… II-1
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD …………………………………………………………………………………………………………. II-1
2.2 Analisa Kinerja Pelayanan OPD ……………………………………………………………… II-6
2.3 Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD ……………………….. II-10
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ……………………………………………….. II-13
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat …………………………….. II-15
BAB III TUJUAN, SASARAN,…………………………………………………………………………………….. III-1
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi ………………………………………….. III-1
3.1.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional …………………………………………………….

3.1.2 Telaahan Terhadap Kebijakan Provinsi Jawa Barat ……………………………………

III-1

III-4

3.2 Tujuan dan Sasaran RENJA …………………………………………………………………………….. III-8
3.3 Program dan Kegiatan …………………………………………………………………………………….. III-10
BAB VI PENUTUP…………………………………………………………………………………………………….. IV-1
4.1 Catatan Penting Pelaksanaan Program dan Kegiatan ……………………………….. IV-1
4.2 Kaidah-Kaidah Pelaksanaan …………………………………………………………………. IV-1
4.3 Rencana Tindak Lanjut ………………………………………………………………………… IV-2

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.1 Anggaran dan Realisasi APBD Perubahan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar Tahun Anggaran 2017 …………………………………… II-1
Tabel 2.1.2 Anggaran dan RealisasiAPBD Perubahan Dinas Koperasi Usaha Kecil menegah dan Perdangan Kota Banjar Tahun Anggran 2017……………………………………………… II-2
Tabel 2.1.3 Rekapitulasi evaluasi Hasil Pelaksanaan RENJA SKPD dan Pencapaian RENSTRA SKPD s/d Tahun 2017 Kota Banjar…………………………………………………………. II-4
Tabel 2.2.1 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi ……………………………….……………………………………………………………….. II-8
Tabel 2.4.1 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2019……………………………. II-14
Tabel 2.5.1 Usulan Program dan Kegiatan Para Pemangku Kepentingan 2019…………………… II-16
Tabel 3.3.1 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2018 dan Prakiraan Maju Tahun 2020 ………………………………………………………………………………….. III-11
Tabel 3.2 Rumusan Rencana Program Dan Kegiatan Penunjang/Rutin Tahun 2016 DAN Prakiraan Maju Tahun 2017 …………………………………………………………………. III-24
Jumlah PNS/CPNS Berdasarkan Pendidikan Terakhir……… 11
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah……………………………………………………. 14
Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi.. 15
Tabel 3.3 Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat………………………………………………………… 17
Tabel 3.4 Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat……………….. 18
Tabel 3.5 Pengukuran Pencapaian Sasaran Tahun 2010………….. 19
Tabel 3.6 Ringkasan Laporan Realisasi PAD di Bidang Perijinan….. 21
Tabel 3.7 Ringkasan Laporan Realisasi Keuangan…………………….. 22

DAFTAR BAGAN

DAFTAR BAGAN

Bagan 1.1 Susunan Organisasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar……………………………………………………………………………………….. I-10

BAB I

PENDAHULUAN

    1. LATAR BELAKANG

AmanatUndang-undangNomor 25Tahun 2004 tentangSistemPerencanaan Pembangunan Nasional danUndang-undangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintahan Daerah sertaPeraturanMenteriDalamNegeriNomor54 Tahun 2010tentangPelaksanaanPeraturanPemerintahNomor 8 tahun 2008 tentangTahapanTatacaraPenyusunan, pengendalian dan EvaluasiPelaksanaanRencanaPembangunanDaerah; Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah danRencanaKerjaPemerintah Daerah,pemerintahwajibmenyusun RKPD yang merupakanpenjabarandari RPJMD untukjangkawaktu 1 (satu) Tahun, yang memeuatrancangankerangkaekonomidaerah, prioritaspembangunandaerahsertarencanakerjadanpendanaanuntukjangkawaktu 1 tahun yang di susundenganberpedomankepadaRencanaKerjaPemerintah (RKP) dan program Strategisnasional yang di tetapkanolehPemerintahPusat.DalampenyusunanRencanaKerjaPemerintahyang di susundanakandilaksanakanolehSatuanKerjaPerangkat Daerah, sehinggasetiapPerangkat Daerah harusmenyusunRencanaKerja (Renja) SatuanKerjaPerangkat Daerah.

RencanaKerja(Renja) SKPDtersebutmerupakandokumenperencanaanpembangunan yang wajibdisusundanmempunyaiperanansangatstrategis, karenamenjembataniantarakepentinganperencanaanstrategisjangkamenengahdenganperencanaandanpenganggarantahunan.

RencanaKerja (Renja) SKPD adalahdokumenperencanaantahunanmerupakanpenjabarandarirenstra SKPD yang akandigunakansebagaimasukandalampenyusunanRencanaKegiatanPemerintah (RKP). Renja SKPD memuattentangsasaran yang akandicapai, arahkebijakan,program, kegiatandankebutuhanpendanaan.

Prinsip-prinsip di dalampenyusunanRenja SKPD, adalahsebagaiberikut :

  1. BerpedomanpadaRenstra SKPD danmengacupadarancanganawal RKPD.
  2. PenyusunanRenja SKPD bukankegiatan yang berdirisendiri, melainkanmerupakanrangkaiankegiatan yang simultandenganpenyusunan RKPD, sertamerupakanbagiandarirangkaiankegiatanpenyusunan APBD sesuaidenganRenja K/L terkaitdenganurusan yang dilaksanakan.
  3. SubstansiRenja SKPD memuatevaluasi status, kedudukankinerjapenyelenggaraanurusanwajib/pilihan SKPD terhadapRPJPD 2005-2025; evaluasipelaksanaanRenja SKPD tahunlalu; rumusantujuan, sasaran, program dankegiatan;dana indikatifsertasumberdananyadanprakiraanmaju.
  4. Penyusunan program dankegiatan SKPD untuktahun yang direncanakanmengacupadaketentuanSPM (StandarPelayanan Minimal) danmempertimbangkancapaiankinerja SPM yang ada (jika SPMuntukkegiatandimaksudtersedia).
  5. Rumusan program/kegiatan di dalamrenja SKPD didasarkanataspertimbanganurutanurusanpelayananwajib/pilihanpemerintahandaerah yang memerlukanprioritaspenanganandanmempertimbangkanpaguindikatifmasing-masing SKPD.
  6. Progam/kegiatandalam RKPD Kabupaten/Kota dirincimenurutsumber dana APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN dansumber dana lainnya.
  7. Program dankegiatan yang direncanakanmemuattolokukurdan target capaiankinerja, keluaran,biayasatuan per keluaran, total kebutuhan dana, baikuntuktahun n dantahun n+1.

Berdasarkanpadaprinsip-prinsiptersebutdiatas, makaPenyusunanRenjaDinasKoperasi, Usaha Kecil MenengahdanPerdaganganKota BanjarTahun 2019mengacupada RKPD Kota BanjarTahun 2019. Renjainidisusununtukjangkawaktu 1 (satu) tahun yang memuattentang programdam kegiatan yang akandilaksanakandalamrangkamenunjangvisidanmisiKepala Daerah terpilih.

Program dankegiatandalamRenjaDinasKoperasi, Usaha Kecil MenengahdanPerdaganganTahun 2019masihbersifatindikatifkarenamasihharusdiselaraskandengan program dankegiatanperioritasdaerah.

DalampenyusunanRenjaPerangkat Daerah melaluibeberapatahapan, adapunalurpenyusunanRenjadapat di lihatpadagambar di bawahini :

Gambar 1.

Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja SKPD Kabupaten/Kota

    1. LANDASAN HUKUM

Landasan penyusunan Rencana Kerja DinasKoperasi Usaha Kecil MenengahdanperdaganganKota Banjar tahun 2019 adalah :

  1. UU RI No. 2 Tahun 1981 tentangMetrologi Legal;
  2. UU RI No 25 Tahun 1992 tentangPerkoperasian;
  3. UU RI No. 7 Tahun 1996 tentang Perlindungan Pangan;
  4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN);
  5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
  6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;
  7. UU RI No. 20 Tahun 2008 tentangUsahaMikro, KecilMenengah;
  8. UU RI No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian;
  9. UU RI No. 7 Tahun 2014 tentangPerdagangan
  10. Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintahan Daerahsebagaimanadiubahbeberapa kali terakhirdengan UU No 9 Tahun 2015 tentangPerubahanketigaatas UU nomor 23 tahun 2014 tentangPemerintahanDaerah;
  11. PeraturanPemerintahNomor108 Tahun 2000 tentang Tata caraPertanggungjawabanKepala Daerah;
  12. PP RI No. 57 tahun 2001 tentang Badan Perlindungan Konsumen Nasional;
  13. PP RI No. 58 tahun 2001 tentang Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen;
  14. PP RI No. 59 tahun 2001 tentang Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat;
  15. PERPRES RI No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;
  16. PeraturanPemerintahNomor 58 Tahun 2005 tentangPengelolaanKeuangan Daerah;
  17. PeraturanPemerintahNomor 6 Tahun 2008 tentangPedoman, EvaluasiPenyelenggaraanPemerintahan Daerah;
  18. PeraturanPemerintahNomor 8 Tahun 2008 tentangTahapan, Tata Cara Penyusunan, PengendaliandanEvaluasiPelaksanaanRencana Pembangunan Daerah;
  19. Instruksi Presiden Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
  20. Peraturan Menteri Perindustrian No 41/M-Ind/Per/6/2008 tentang Ketentuan dan Pemberian izin Usaha industri izin Perluasan dan Tanda Daftar industri.
  21. PermendagrI No. 20/M-DAG/PER/5/2009 tentang Ketentuan Dan Tata Cara Pengawasan Barang Dan/Atau Jasa;
  22. PeraturanMenteriDalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentangPelaksanaanPeraturanPemerintahNomor 8 tahun 2008 tentangTahapanTatacaraPenyusunan, pengendalian dan EvaluasiPelaksanaanRencanaPembangunanDaerah;
  23. Peraturan Menteri Perindustrian No : 75/M-IND/Per 17/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan;
  24. Permendagri No. 17/M-DAG/PER/6/2011 tentang Pengadaan Dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Ke Sektor Pertanian;
  25. PermendagrI No. 38/M-DAG/PER/12/2011 tentang Pengalihan Pelaksanaan Kewenangan di Bidang Standarisasi, Perlindungan Konsumen, Metrologi Legal, Dan Pengawasan Barang Beredar Dan Jasa;
  26. Permendagri No. 39/M-DAG/PER/12/2011 tentang Perubahan Kedua Atas PERMENDAGRI No. 36M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan;
  27. Permendagri No. 48/M-DAG/PER/8/2013 tentang Pedoman Pembangunan Dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan;
  28. Permendagri No. 70/M-DAG/PER/8122013 tentang Pedoman Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern;
  29. PeraturanMenteriDalamNegeriNomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, PengendaliandanEvaluasi Pembangunan Daerah serta Tata Cara EvaluasiRancanganPeraturan Daerah TentangRencana Pembangunan JangkaPanjangdanRencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah serta Tata Cara PerubahanRencana Pembangunan JangkaPanjang Daerah, Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah danRencanaKerjaPemerintah Daerah,
  30. Perarturan Daerah Kota BanjarNomor 9 tahun 2009 tentang RPJPD Kota Banjar;
  31. Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 8 Tahun 2016 tentangOrganisasiPerangkat Daerah Kota Banjar;
  32. PeraturanWalikota Banjar Nomor 30 Tahun 2016 TentangSusunanOrganisasi Tata Kerja, KedudukanTugasPokokdanFungsiPerangkat Daerah;
  33. Peraturan Walikota Banjar Nomor /Kpts -Bappeda/2018 tentang Pengesahan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kota Banjar;
  34. Peraturan Walikota Kota Banjar Nomor25 Tahun 2018 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Banjar Tahun 2019;

    1. MAKSUD DAN TUJUAN

Rencanakerja (Renja) Tahun 2019Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar ditetapkandenganmaksudsebagaiberikut :

  1. Memberikanarahdalampelaksanaanprioritas program dankegiatandalampelayanandi bidangKoperasi, Usaha Kecil MenengahdanPerdaganganyang profesionaluntukpembangunanmasyarakatkhususnya di Kota Banjar;
  2. Mengefektifkan proses pelaksanaan program dankegiatan yang dituangkandalamperencanaankinerjatahunanatauterarahnyapelaksanaan program dankegiatandalammencapaitujuanatautercapainyatujuanpelayananpublik.
  3. Memberikanarahanatauacuansertapedomanbagipelaksanaan program dankegiatanuntuktercapainyasasarandantujuan.
  4. Menjabarkan RPJPD karena masa transisi.

Denganmaksudtersebut, makadalamRencanakerja (Renja) Tahun 2019Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar mempunyaitujuansebagaiberikut :

  1. TersedianyaRencanaKerja 1 tahun yang dapatdigunakansebagaiacuan program dankegiatanDinasKoperasi,Usaha Kecil MenengahdanPerdaganganTahun 2019.
  2. Mewujudkanrencanakerja yang bermutudanakuntabel.

I.4. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

MengemukakanpengertianringkastentangRenja SKPD, proses penyusunanRenja SKPD, keterkaitanantaraRenja SKPD dengandokumen RKPD, Renstra SKPD.

1.2. LandasanHukum

Memuatpenjelasantentangundang-undang, peraturanpemerintah, peraturandaerah, danketentuanperaturanlainnya yang mengaturtentang SOTK, kewenangan SKPD, sertapedoman yang dijadikanacuandalampenyusunanperencanaandanpenganggaran SKPD.

1.3. MaksuddanTujuan

MemuatpenjelasantentangmaksuddantujuandaripenyusunanRenja SKPD.

1.4. SistematikaPenulisan

MenguraikanpokokbahasandalampenulisanRenja SKPD, sertasusunangarisbesarisidokumen,

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU

    1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBDtahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan.Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasiprogram dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.

Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan/atau realisasiAPBD untuk SKPD yang bersangkutan.

Pokok-pokok materi yang disajikan dalam bab ini, antara lain:

        1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaranyang direncanakan;
        2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaranyang direncanakan;
        3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;
        4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi targetkinerja program/kegiatan;
        5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra SKPD; dan
        6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untukmengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.
    1. Analisa Kinerja Pelayanan OPD

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan OPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam RPJMD Kota Banjar, SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.6 tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007. Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan

    1. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD

Berisikan uraian mengenai :

  1. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan OPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan OPD,
  2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi OPD,
  3. Dampaknya terhadap capaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Development Goals);
  4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan OPD dan
  5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk di tindaklnuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

    1. Riview Terhadap Rancangan Awal RKPD
  6. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPDdengan hasil analisis kebutuhan;
  7. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan;
  8. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadapperbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan programdan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau programdan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

    1. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari OPD Kabupaten/Kota yang langsung ditujukan kepada OPD maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi OPD dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kecamatan (bila sudah dilakukan).

Deskripsi yang perlu disajikan dalam sub bab ini, antara lain :

  1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut
  2. Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi OPD
  3. Sajikan dalam Tabel.

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

    1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi

Telaahan terhadap kebijakan nasional dan provinsi sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan provinsi yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi OPD.

    1. Tujuan dan Sasaran Renja OPD

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra OPD.

    1. Program dan Kegiatan

Berisikan penjelasan mengenai :

  1. Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.
  2. Uaraian garis-garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain :
  • Jumlah program dan jumlah kegiatan
  • Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan
  • Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber pendanaannya.
  1. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan,pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya.
  2. Tabel rencana program dan kegiatan.

BAB IV PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa :

  • Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan,
  • Kaidah-kaidah pelaksanaan,
  • Rencana tindaklanjut

Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen, nama OPD dan nama serta tanda tangan kepala OPD,serta cap pemerintah daerah yang bersangkutan.

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD

Jumlah PAGU Anggaran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar berdasarkan DPA Perubahan APBD Kota Banjar Tahun 2017 adalah sebesar Rp. 7.589.969.513,08,- terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung dengan realisasi anggaran per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 7.050.015.585,00atau tingkat realisasi sebesar 92,89%.

Keberhasilan yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan PerdaganganKota Banjar pada Tahun 2017 ditentukan dari hasil pelaksanaan program dankegiatan yang disesuaikan dengan Renja tahun bersangkutan.

Rincian APBD Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar Tahun Anggaran 2017, disajikan dalam tabel dibawah ini sebagai berikut :

Tabel 2.1.1 Anggaran dan Realisasi APBD Perubahan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar Tahun Anggaran 2017

URAIAN Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.) Sisa Anggaran % Realisasi
A PENDAPATAN
1 Pendapatan Asli Daerah 1.904.399.450,- 1.483.635.802,00 353.094.190,00,- 81,98
Pendapatan Retribusi Daerah LRA 1.903.477.100,- 1.559.735.683 343.741.417 81,94
Lain-lain PAD Yang Sah 922.350 1.480.380 (558.030.) 160,50
B BELANJA 7.589.969.513.08 7.050.015.585,00 539.953.928,08 92.89
1 Belanja Tidak Langsung 3.980.995.113,08 3.475.945.847,00 505.049.266,08 87,31
  1. Belanja Pegawai
3.980.995.113,08 3.964.123.144,00 505.049.266,08 87,31
2 Belanja Langsung 3.608.974.400 3.574.069.738,00 34.904.662,00 99,03
  1. Belanja Pegawai
130.375.000,00 129.950.000,00 425.000,00 99,67
  1. Belanja Barang dan Jasa
3.025.867.700,00 2.993.027.738,00 32.839.962,00 98,91
  1. Belanja Modal
452.731.700,00 451.092.000,00 1.639.700,00 99,64

Alokasi anggaran program dan kegiatan pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar TA. 2017 adalah sebagai berikut :

  1. Program dan kegiatan rutin Dinas yang membiayai 5 program dan 27 kegiatan dengan total Anggaran 2.270396.300,- dapat terserap sebesar Rp. 2.237.935.038,- atau sekitar 98,57%.
  2. Program dan kegiatan urusan Perindustrian yang membiayai 4 program dan 9 kegiatan dengan total Anggaran Rp.365.676.400,- dapat terserap sebesar Rp.363.452.400,- atau sekitar 99,39 %.
  3. Program dan kegiatan urusan Perdagangan yang membiayai 4 program dan 8 kegiatan dengan total Anggaran Rp. 717.901.700,- dapat terserap sebesar Rp. 717.691.200,- atau sekitar 99,97%.
  4. Program dan kegiatan urusan Koperasi dan UKM yang membiayai 4 program dan 9 kegiatan dengan total Anggaran Rp.255.000.000,- dapat terserap sebesar Rp. 254.996100- atau sekitar 99,99 %.Untuk lebih jelasnya realisasi anggaran per program TA. 2017dapat dilihat berikut ini :

Tabel 2.1.2 Anggaran dan Realisasi APBD Perubahan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar Tahun Anggaran 2017

No Program Pagu Anggaran(Rp) Realisasi (Rp) % Capaian Keuangan % Capaian Fisik
1 2 3 4 5 6
1. Proram Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.721.466.500 1.700.331.138 98.77 100,00
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 454.579.800 444.020.100 97.68 100,00
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur 71.350.000 71.083.800 99.63 100,00
4. Program Peningkatan Kaasitas Sumberdaya Aparatur 5.000.000 4.500.000 90.00 100,00
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 18.000.000 18.000.000 100.00 100,00
6. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan 92.500.000 92.290.000 99.77 100,00
8. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 255.000.000 254.999.500 100.00 100,00
9. Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan 14.000.000 14.000.000 100.00 100,00
10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdagangan 356.401.700 356.401.700 100.00 100,00
No Program Pagu Anggaran(Rp) Realisasi (Rp) % Capaian Keuangan % Capaian Fisik
11 Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 124.676.400 124.676.400 100.00 100,00
12 Program Penataan Struktur Industri 25.000.000 25.000.000 100.00 100,00
13 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 107.000.000 107.000.000 100.00 100.00
14 Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 24.900.000 24.900.000 100.00 100.00
15 Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM 90.100.000 90.100.000 100.00 100,00
16 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM 90.000.000 89.996.100 100.00 100,00
17 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 50.000.000 50.000.000 100.00 100,00

Dengan menggunakan format Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja Kegiatan danPengukuran Pencapaian Sasaran dilakukan pengukuran kinerja untuk Tahun 2017 danberdasarkan tabel diatas diperoleh hasil capaian kinerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar sebesar 100 %dan capaian keuangan sebesar 92,89 %.

Adapun review capaian keseluruhan prioritas dan target program Renstra Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar disajikan dalam bentuk matrik pada tabel 2.1.3 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar s/d Tahun 2017.

Tabel 2.1.3

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar menyadari bahwa masih adakelemahan/ kekurangan yang harus diperbaiki dan dilakukan untuk mencapai kinerja yang lebihbaik. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan guna mengetahuipenyebab kekurangan/ kegagalan tersebut sebagai umpan balik/feed back dari apa yang telahdan akan dilaksanakan. Beberapa evaluasi realisasi program/kegiatan dapat dikategorikansebagai berikut:

a. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Pada tahun 2017 ini semuakegiatan/program telah memenuhi target kinerja (≤ 100%) sebagaimana yang telah direncanakan.

b. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Dari 17 program dan 53kegiatan Dinas Koperasi Usaha Kecil menengah dan Perdagangan Kota Banjar padaTahun 2017 telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran sesuai dengan yangdirencanakan (100%).

c. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Pada Tahun 2017tidak terdapat Program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang di rencanakan (>100%).

d. Faktor-faktor yang menyebabkan tercapainya/terpenuhinya target kinerja program/kegiatan.

Faktor-faktor penyebab terpenuhinya target kinerja program/kegiatan adalah adanyaperencanaan yang matang dalam penyusunan rencana kinerja untuk tahun yangbersangkutan sehingga target kinerja dapat dicapai sesuai harapan, dalam hal ini koordinasidan pemahaman tugas sangat perlu guna penyeimbangan dalam pelaksanaanprogram/kegiatan yang terarah serta relevansi antara program dan pagu anggaran yangtersedia.

e. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra SKPD.

Dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, implikasi yang timbul dari pelaksanaan program dan kegiatan terhadap target capaian program Renstra adalah adanya peningkatan pengalaman sumber daya manusia dalam melaksanakan program/kegiatan yang tercantum dalam rencana strategis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar.

f. Kebijakan/tindakan perencanaan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

Adapun kebijakan/tindakan yang dilakukan dalam perencanaan penganggaran untuk rencana program/kegiatan adalah mengadakan pendekatan dan penyesuaian anggaran terhadap pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dan memberikan argumentasi atas program/kegiatan tersebut sehingga nantinya dapat dianggarkan pelaksanaan program/kegiatan yang mengarah pada pengembangan pelayanan.

    1. Analisis Kinerja Pelayanan OPD

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan mempunyai Tugas Pokok : Melaksanakan Kewenangan Daerah di bidang Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM.Untuk menjalankan Tugas pokok tersebut, DinasKoperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar mempunyai fungsi yaitu;

  • Perumusan kebijakan urusan pemerintahan daerah bidang Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM;
  • Penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah bidang Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM;
  • Pembinaan urusan pemerintahan daerah bidang Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM;
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Rencana Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, merupakan rencana pembangunan tahunan yang pada dasarnya disusun untuk mewujudkan visi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjarsehinggadiperlukan tindakan nyata dalam bentuk misi. Sesuai dengan peran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, dengan mengacu pada RenstraTahun 2014 – 2018maka misi Dinas adalah sebagai berikut :

  1. Mewujudkan Organisasi yang efektif dan Efesien
  2. Meningkatkan Profesionalisme SDM Pelaku usaha;
  3. Meningkatkan Iklim Usaha yang Kondusif;
  4. Meningkatkan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM;
  5. Memberdayakan Potensi Lokal.

Selanjutnya hasil analisis kinerja pelayanan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar disajikan pada tabel 2.2.1 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar

Tabel. 2.2.1

Berdasarkan Visi dan Misi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar, analisis kinerja pelayanan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjarpada tahun 2017 digunakan beberapa indikator, antara lain sebagai berikut:

    1. Terciptanya Pelaku usaha UMKM yang berwawasan dan berjiwa Wirausaha pada tahun 2017 tercapai 100% dari target 50 UMKM
    2. Pelaku usaha IMKM yang dilatih sebanyak 90 tercapai 100%
    3. Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB ditahun 2017 ditargetkan 36,93% untuk indikator ini belum ada realsasi karena data belum tersedia.
    4. Pasar sub terminal Agro belum dapat terealisasi dan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2018.
    5. Rehabiliatasi Pasar Bojongkantong dapat tercapai realisasi 100% di tahun 2015;
    6. Terbangunnya Pasar Muktisari tercapai 100% yang dilaksanakan oleh DKCTLH.
    7. Tersedianya fasilitas parkir di UPTD pasar hewan tercapai 100%.
    8. Meningkatnya pengawasan terhadap penggunaan Alat UTTP (Ukur takar Timbang dan Perlengkapannya tercapai 50% dari target 2 kali kegiatan.
    9. Pengawasan dan pemantauan harga, distribusi bahan pokok dan barang/jasa penting lainnya, tercapai 100%.
    10. Koperasi Aktif, pada tahun 2017 ditargetkan sebesar 47,85%, dan tercapai 68,70% sehingga capaian 142,11%. Pada indicator ini realisasi yang tercapai tinggi, hal ini disebabkan karena pada tahun ini diadakan pembenahan seluruh koperasi di Kota Banjar dan dari jumlah total semula 130 koperasi menurun menjadi 115 unit koperasi dan jumlah koperasi aktif sebanyak 79 , hal ini dilakukan berdasarkan amanat Undang-undang N0 25 Tahun 1992, bahwa koperasi yang pasif lebih baik di bubarkan atau di marger dengan koperasi lain,
    11. KSP/USP yang sehat, dari seluruh KSP/USP sebanyak 115 unit di tahun 2017 ditargetkan yang sehat 18 unit (12,30 %) dan dapat terealisasi 23 unit (20,00%)

jadi capaian kinerja 144,92%.

    1. Usaha Mikro dan Kecil dengan Target 98,98% dan capaian 100,% sebagai berikut : Jumlah usaha Skala mikro target 66856 tercapai 6937 (101,18%), Jumlah usaha Skala Kecil target 786tercapai 864( 109,92%), Jumlah usaha Skala Menengah target 79 tercapai 80 (101,26%).
    2. Kontribusi Sektor Perindustrian terhadap PDRB ditahun 2017 ditargetkan 12,64 % untuk indikator ini belum dapat diukur karena data belum tersedia.
    3. Pertumbuhan Industri Pengolahan dengan target 540 unitini dapat tercapai 108,33%, berbeda dengan tahun 2016, pada tahun 2017 ini terdapat kenaikan dalam penambahan jumlah industri pengolahan yaitu sebanyak 17 unit, yang semula 569 unit menjadi 585 unit, penamabahan tersebut terdiri dari industri Mikro 4 unit dan industri kecil 13 Unit dan terdapat 1 usaha menengah yang sudah gulung tikar. Adapun total Investasi Rp. 91.103.232 Milyar, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 7539 orang.
    4. Produk unggulan belum ada realisasi .
    5. Fasiitasi Sarana dan Prasarana Industri tercapai 121,20%. Berdasarkan Indikator sasaran ini adalah Fasilitasi sarana dan prasarana Industri dari target 1 kegiatan, dapat dilaksanakan 3 kegiatan.
    6. Isu – isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD

Dengan uraian-uraian capaian kinerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar yang telah dibahas ternyata belum semuanya capaian kinerja mencapai 100%, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai permasalahan.danhambatan.

Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar secara kuantitatif dapat di uraikan sebagai berikut :

  1. Keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM dalam mendukung pelaksanaan program/kegiatan belum sesuai dengan yang dibutuhkan, utamanya jumlah pejabat fungsional Penera,
  2. Belum tersedianya peralatan standar untuk pengujian alat UTTP, gedung kemtrologian dan sarana mobilisasi pelayanan tera, tera ulang.
  3. Kualitas Sumberdaya manusia pelaku usaha Koperasi dan industri yang masih perlu ditingkatkan;
  4. Produk yang dihasilkan oleh Industri kecil Menengah sebagian besar masih belum dapat bersaing dipasaran baik kwalitas maupun kuantitas;
  5. Sentra-sentra produksi Industri Kecil menengah belum tertata dan belum terbentuk secara optimal dalam kelompok-kelompok usaha bersama;
  6. Permodalan yang di miliki pelaku usaha relatif terbatas;
  7. Sarana perdagangan seperti rest area, showroom, outlet, pasar modern, pasar tradisional ditempat -tempat stragtegis belum tertata dengan optimal;
  8. Motivasi dan sikap mental wirausaha rendah;
  9. Masih terbatasnya pemasaran Produk KUKM;
  10. Kurangnya pengembangan usaha koperasi;
  11. Lambatnya pengelolaan dan ketersediaan data di BPS

Solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh sektor industri, perdagangan dan koperasi untuk tercapainya visi dan misi tersebut, maka perlu ditingkatkan :

    1. Melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Kota Banjar dalam rangka Pemenuhan pegawai dan penyiapan tenaga fungsional baik Penera;
    2. Pengajuan permohonan anggaran baik ke APBD Kota, APBD Prov maupun APBN untuk pemenuhan sarana/prasarana pealayanan Tera teraulang
    3. Peningkatan Kapasitas dan kualitas aparatur Dinas dan kualitas SDM pelaku usaha industri, Perdagangan dan Koperasi agar mampu mengakses pasar dan potensi sumberdaya yang dimiliki Kota Banjar.
    4. Peningkatan Iklim usaha yang lebih kondusif di bidang industri, perdagangan dan koperasi
    5. Peningkatan Sarana prasarana dan infrastruktur yang dapat mendorong pengembangan usaha perdagangan dan jasa, seperti rest area, outlet, showroom, pasar modern dan pusat informasi dan promosi potensi yang dimiliki Kota Banjar untuk menarik investor.
    6. Mediasi Dukungan permodalan dengan lembaga keuangan dan perbankan termasuk program kredit kepada pelaku usaha.
    7. Permohonan Percepatan pendataan dan pengelolaan data ke BPS guna ketersediaan data PDRB Kota.

Berhubung Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan merupakan bagian dari Organisasi perangkat daerah yang menyokong pembangunan Kota Banjar sesuai dengan Misi kedua Kota Banjar yaitu Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), maka kinerja Dinas perindustrian Perdagangan dan Koperasi sangat berpengaruh terhadap pencapaian visi dan misi Kota Banjar. Diantaranya adalah dalam hal indicator kontribusi PDRB sector perdagangan dan perindustrian, walaupun kontribusi kedua sector tersebut turun, namun apabila dilihat

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pelayanan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar, meliputi:

        1. Pelayanan Bidang Perindustrian :

Kualitas Sumberdaya manusia pelaku usaha industri yang masih perlu ditingkatkan;

Kuantitas dan kualitas Bahan baku yang masih belum memadai;

Kuantitas dan kualitas produk yang masih belum memadai sehingga daya saingnya masih belum maksimal;

Masih perlunya analisis dampak lingkungan dari kegiatan perindustrian;

Kemasan/packaging produk IKM yang belum inovatif.

        1. Pelayanan Bidang Perdagangan

Belum maksimalnya pemanfaatan Sumberdaya Alam

Belum optimalnya kemampuan SDM pelaku usaha baik dalam manajemen, organisasi, kewirausahaan, teknologi, keuangan dan pemasaran.

Belum optimalnya pemahaman produsen dan konsumen dalam hal aturan/regulasi dunia usaha.

Lemahnya jaringan pemasaran untuk penjualan produk.

Keterbatasan Jaringan kerjasama dalam berusaha

        1. Pelayanan Bidang Koperasi dan UKM :

Tuntutan Masyarakat terhadap produk UMKM yang berkualitas;

Persaingan yang semakin ketat menghadapi pasar bebas yang menuntut produk Kota Banjar untuk memiliki daya saing yang tinggi;

Peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, meliputi:

  1. Pelayanan Bidang Perindustrian
  2. Posisi strategis Kota Banjar mempermudah dalam memasarkan produk-produk unggulan lokal;
  3. Terbukanya peluang pasar yang memasuki pasar bebas;
  4. Komitmen pemerintah untuk lebih memberdayakan IKM /KUKM;
  5. Tersedianya potensi usaha.
  6. Pelayanan Bidang Perdagangan

Letak geografis Kota Banjar yang Strategis dan semakin meningkatnya minat masyarakat luar Kota Banjar untuk bertransaksi di Kota Banjar;

Adanya Perhatian pemerintah terhadap para pelaku usaha berupa pembinaan peningkatan SDM melalui diklat, fasilitasi peralatan, fasilitasi promosi dan sarana perdagangan;

Masih terbukanya peluang usaha dan pengembangan Usaha skala kecil dan Menengah;

Kebutuhan bahan baku yang tinggi.

  1. Pelayanan Bidang Koperasi dan UKM :
  2. Adanya program kerja dari pemerintah untuk peningkatan kapasitas /Kompetensi para pelaku usaha UMKM
  3. Adanya fasilitasi sarana/prasarana untuk perluasan pangsa pasar
  4. Pengembangan koperasi berbasis agro sebagai kelembagaan Agribisnis

Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan Isu-isu strategis yang berkaitan dengan Bidang Industri, Perdagangan dan Koperasi yang perlu diatasi secara bertahap. Adapun isu strategis Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar Tahun 2019 adalah :

  1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur ;
  2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pelaku usaha, meliputi keahlian di bidang managemen, organisasi, penguasaan teknologi dan pemasaran ;
  3. Peningkatan Iklim usaha perdagangan yang kondusif ;
  4. Peningkatan Pembinaan dan Peran serta Koperasi dan UMKM;
  5. Peningkatan daya saing dan Produk Unggulan;

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Review terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tolok ukur atau target sasaran program/kegiatan, serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program/kegiatan.

Dengan demikian Review dari Rancangan awal RKPD terdapat perbedaan, ada kegiatan yang dihapus dan ada muncul kegiatan baru yang sebelumnya tidak tercantum, untuk kebutuhan dana program/kegiatan ada yang didanai dengan APBD Kota Banjar dan ada yang di usulkan ke tingkat Provinsi atau APBN. Rincian dapat di lihat pada tabel 2.4.1 Review Terhadap Rancangan awal RKPD tahun 2018 DISKUKMP Kota Bajar

TABEL 2.4.1

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan untuk program/kegiatan terdapat perbedaan yaitu adanya kegiatan baru yang berkaitan dengan kemetrologian diantaranya yaitu Kegiatan Pengadaan Peralatan Kemetrologian, hal ini karena adanya kebijakan dari UU NO 23 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa kemetrologian adalah menjadi urusan daerah Kabupaten Kota.

    1. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Usulan program dan kegiatan dari masyarakat merupakan bagian dari kegiatan jarring aspirasi terkait kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan, terhadap prioritas dan sasaran pelayanan serta kebutuhan pembangunan tahun yang direncanakan, sesuai dengan tugas dan fungsi OPD.

Kajian usulan program dan kegiatan pada tahun 2019banyak yang berasal dari usulan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan propinsi, LSM, asosiasi, perguruan tinggi maupun dari pengamatan pelaksanaan musrenbang Kota Banjar.

Kegiatan yang diusulkan khususnya saat musyawarah perencanaan pembangunan diantaranya adalah :

  • Pelatihan dan pembinaan perkoperasian
  • Pelatihan Kewirausahaan bagi pedangang,IKM,UMKM
  • Pelatihan industry perkayuan
  • Pelatihan industry Makanan olahan
  • Permintaan Fasilitasi sarana produksi IKM
  • Sarana dan prasarana perdagangan
  • Penataan PKL

Adapun Usulan Program dan Kegiatan Para Pemangku Kepentingan Tahun 2019, dapat di lihat pada Tabel 2.5.1 sebagai berikut :

TABEL 2.5.1

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1.Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi

3.1.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

A. Urusan Industri

a. Arah dan Kebijakan Industri Nasional

Sebagai amanat Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035.RIPIN 2015 -2035 ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun, memuat antara lain tentang visi, misi, dan strategi pembangunan industri.

Visi pembangunan industri nasional adalah Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh. Industri tangguh bercirikan :

  1. Struktur industri nasional yang kuat, dalam, sehat dan berkeadilan.
  2. Industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan
  3. Industri yang berbasis inovasi dan teknologi.

MISI

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, pembangunan industri nasional mengemban misi sebagai berikut :

  1. Meningkatkan peran industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional.
  2. Memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional.
  3. Meningkatkan industri yang mandiri, berdaya saing, dan maju, serta industri hijau.
  4. Menjamin kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau perseorangan yang merugikan masyarakat.
  5. Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja.
  6. Meningkatkan persebaran pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional dan
  7. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.

Strategi dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai visi dan misi pembangunan industri nasional adalah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan industri hulu dan industri antara berbasis sumber daya alam.
  2. Melakukan pengendalian ekspor bahan mentah dan sumber energi.
  3. Meningkatkan penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri.
  4. Menetapkan Wilayah Pengembangan Industri (WPI).
  5. Mengembangkan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI), Kawasan Peruntukan Industri, Kawasan Industri, dan sentra Industri Kecil dan industri menengah.
  6. Menyediakan langkah-langkah afirmatif berupa perumusan kebijakan, penguatan kapasitas kelembagaan dan pemberian fasilitas kepada industri kecil dan industri menengah.
  7. Melakukan pembangunan sarana dan prasarana industri.
  8. Melakukan pembangunan industri hijau.
  9. Melakukan pembangunan industri strategis.
  10. Melakukan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan
  11. Meningkatkan kerjasama internasional bidang industri.

B. Sektor Perdagangan

a. Arah dan Kebijakan Nasional di Sektor Perdagangan

Kementerian Perdagangan telah menerbitkan dokumen Renstra Kementerian Perdagangan 2015-2019. Pada dokumen tersebut telah ditetapkan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan perdagangan sebagai berikut:

Visi Kementerian Perdagangan mengikuti visi pemerintah yaitu:

“Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong-royong”.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, misi yang dijalankan oleh Kementerian Perdagangan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pertumbuhan kinerja perdagangan luar negeri yang berkelanjutan

2. Meningkatkan perdagangan dalam negeri yang bertumbuh dan berkualitas

3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor perdagangan

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, maka tujuan yang akan akan dicapai dalam membangun sektor perdagangan tahun 2015-2019 adalah:

1. Peningkatan ekspor barang non migas yang bernilai tambah dan jasa

2. Peningkatan pengamanan perdagangan

3. Peningkatan akses dan pangsa pasar internasional

4.Pemantapan promosi ekspor dan nation branding

5. Peningkatan efektivitas pengelolaan impor barang dan jasa

6. Pengintegrasian dan perluasan pasar dalam negeri, dengan indikator:

7. Peningkatan penggunaan dan perdagangan produk dalam negeri (PDN)

8. Optimalisasi/penguatan pasar berjangka komoditi, SRG dan pasar lelang

9. Peningkatan kelancaran distribusi dan jaminan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting

10. Peningkatan perlindungan konsumen- % alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang bertanda tera sah yang berlaku

11. Peningkatan iklim usaha dan kepastian berusaha

12.Peningkanan kualitas kinerja organisasi

13. Peningkatan dukungan kinerja perdagangan

14. Peningkatan kebijakan perdagangan yang harmonis dan berbasis kajian

C. Sektor Koperasi dan UMKM

Pencapaianvisi Presidendalam periode 2015-2019oleh KementerianKoperasi dan UKMakan difokuskan untuk mendukung pelaksanaan MisiPembangunan Nasional yaitumewujudkan bangsa yang berdaya saing.Misitersebut dilaksanakan dengan memperhatikannorma-norma pembangunan yangdifokuskan pada (i) perbaikan kualitas hidup masyarakat; (ii) penguranganketimpangan; dan (iii)peningkatan produktivitasrakyat lapisan menengah – bawahdalam mendukungpertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.Pelaksanaanmisidan norma-norma pembangunan tersebut diharapkan dapat membangun danmemperkuatDimensiPemerataan dan Kewilayahan yang mencakupDimensipembangunan yang inklusifdan dapat memperkecil kesenjangan antarkelompokpendapatan dan kesenjangan antar – wilayah.

Berdasarkan Visidan Misi Presiden,Norma danDimensi Pembangunan,serta Nawa Cita, maka disusun Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM yaitu:

“ Mewujudkan Koperasidan UMKM yang berdaya saing danberkontribusi pada peningkatan perekonomian nasional dankesejahteraanrakyat berlandaskan semangatwirausaha,kemandirian koperasidan keterpaduan”

Tujuan tersebut menjadi landasan bagi penetapan Sasaran – sasaranStrategis Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015-2019.

Pencapaiantujuan tersebut dilaksanakanmelalui upaya-upaya antara lain:

  1. Peningkatan kompetensi UMKM dalam kewirausahaan dan inovasi, teknikproduksi dan pengelolaan usaha, sertapemasaran di dalam dan luar negeri;
  2. Peningkatan kemandirian koperasi melalui penguatan jati dirinya;
  3. Peningkatan dan jangkauan, skema dan kualitas layanan sistem pendukung koperasi dan UMKM

terkait diklat, pembiayaan, pendampingan usaha,layanan teknologi dan informasi, intermediasi pasar, dan kemitraan;

  1. Penguatan koperasi dalam pemanfaatan sumber daya lokal di berbagaisektor perekonomian dan lapisan sosial dan ekonomi masyarakat;
  2. Penguatankaderisasi koperasiterutama di kalangan generasi muda dankelompok produktif lainnya;
  3. Peningkatan iklim usahayang kondusif melaluipenetapan dan perbaikanperaturan dan kebijakan, kemudahan perizinan, serta peningkatankesempatan,kepastian danperlindunganusaha; dan
  4. Peningkatan keterpaduan kebijakan lintas instansi dan pusat-daerah yangdidukung perandan partisipasipemangku kepentingan lainnya

Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Koperasi dan UKM, Dengan memperhatikan tantangan dan sasaran pengembangan koperasidan UMKM ke depan, dan merujuk pada arah kebijakan nasional dan di bidangUMKM dan koperasi tahun 2015 – 2019, makakebijakanyang dilaksanakan olehKementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015 – 2019diarahkan untuk:meningkatkanproduktivitas, kelayakan dan nilai tambahKoperasi dan UMKMsehingga mamputumbuh ke skala yanglebih besar (“naik kelas”)dan berdaya saing.Arahkebijakan tersebut akandilaksanakanmelaluilimastrategisebagaimana dituangkan dalam RPJMNtahun 2015 – 2019yaitu (i) peningkatankualitas sumber daya manusia; (ii) peningkatan akses pembiayaandan perluasanskema pembiayaan; (iii)peningkatan nilai tambah produk dan jangkauanpemasaran; (iv) penguatan kelembagaan usaha; dan (v) kemudahan, kepastiandan perlindungan usaha.Kelima strategi tersebut dilaksanakan melalui beberapalangkah strategis yang disusun berdasarkan Dimensi Pembangunan yangdituangkan didalam RPJMN 2015-2019 yaitu: (i) Dimensi Pembangunan Manusia;(ii) Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan; dan (iii) Dimensi Pemerataan danKewilayahan.

3.1.2. TelaahanTerhadap Kebijakan Provinsi Jawa Barat

Untuk mencapai kemandirian Masyarakat Jawa Barat, yang tertuang dalam kerangka RPJPD provinsi tahun 2005-2025, maka dibentuk tema pembangunan 2019 adalah “Peningkatan daya saing daerah bagi upaya mencapai kemandirian Masyarakat Jawa Barat”

Adapun isu-isu Strategis Provinsi Jawa Barat berdasarkan rancangan awal RKPD tahun 2019 :

  1. Pengurangan kemiskinan dan pengangguran
  2. Penurunan ketimpangan melalui optimalisasi konektivitas dan sektor unggulan di wilayah pengembangan dan kawasan strategis provinsi
  3. Peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, perumahan dan permukiman
  4. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian pemanfaatan ruang
  5. Penguatan reformasi birokrasi
  6. Optimalisasi modal sosial dalam pembangunan daerah

Berdasarkan isu-isu strategis tersebut maka di tetapkan Prioritas Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

  1. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran
  2. Pemanfaatan modal alam untuk pemantapan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan agroindustri berkelanjutan
  3. Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan sektor potensial
  4. Peningkatan interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan dan insfrastruktur wilayah pendukung kegiatan ekonomi
  5. Peningkatan Akses dan kualitas pendidikan rintisan wajib belajar 12 tahun, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pelayanan dasar
  6. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian pemanfaatan ruang
  7. Peningkatan Modal Sosial Masyarakat untuk Meningkatkan Daya Saing Jawa Barat
  8. Penguatan Reformasi Birokrasi

Adapun Prioritas Pembangunan yang berkaitan dengan koperasi UKM,perindustrian dan perdagangan adalah pada :

  1. Prioritas Pembangunan : Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran, dengan sasaran :
  2. Meningkatnya Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Bagi Rumah Tangga Miskin dan PMKS
  3. Meningkatnya kompetensi dan penyaluran
  4. Mengembangkan Kewirausahaan danMenyediakan Lapangan Kerja
  5. Meningkatnya Penguatan Kelembagaan dan basis data terpadu
  6. Meningkatnya penyediaan infrastruktur pelayanan dasar dan kualitas lingkungan rumah layak huni bagi penduduk miskin
  7. Meningkatnya sarana penyediaan tenaga listrik di daerah terpencil dan perdesaan bagi penduduk miskin

Dari sasaran 3 :Mengembangkan Kewirausahaan danMenyediakan Lapangan Kerja,terdapat 2 Program dan Kegiatan sebagai berikut :

  1. Pembinaan manajemen usaha kepada pelaku usaha kecil dan wirausaha baru

1). Penguatan Manajemen Wirausaha Baru

2). Pelatihan keterampilan berusaha

3). Pemberdayaan Fungsi Koperasi

  1. Peningkatan Akses modal usaha kepada Pelaku usaha kecil dan wirausaha baru

1). Fasilitasi akses permodalan

2. Prioritas Pembangunan :Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan sektor potensial dengan sasaran :

  1. Peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi
  2. Meningkatnya kemitraan strategis antara usaha besar dengan Koperasi dan Usaha Kecil (KUK)
  3. Meningkatnya kualitas destinasi pariwisata
  4. Meningkatnya kapasitas ekonomi kreatif
  5. Meningkatnya akses terhadap modal, pemasaran dan fungsi intermediasi perbankan

Dari sasaran 5 :Meningkatnya akses terhadap modal, pemasaran dan fungsi intermediasi perbankan, terdapat 2 Program Prioritas sebagai berikut :

  1. Tatakelola dan pendampingan modal usaha bagi kuk

Kegiatan :Peningkatan kualitas manajemen keuangan perusahaan

  1. Peningkatan akses pemasaran bagi kuk

Kegiatan :Peningkatan akses pasar bagi pelaku KUK

  1. Penguatan tatakelola kelembagaan koperasi

Kegiatan :Peningkatan pendampingan penataan manajemen koperasi

  1. Pengembangan koperasi skala besar

Kegiatan :Pengembangan skala usaha koperasi melalui penciptaan kemitraan strategis dan perluasan keanggotaan koperasi

  1. Expo pembiayaan bagi kuk

Kegiatan :Peningkatan pendampingan peningkatan mutu manajemen koperasi yang mendukung penguatan kapasitas finansial koperasi

A. Perindustrian dan Perdagangan

Visi pembangunan yang menjadi acuan Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Barat :

“Menjadi Dinamisator Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat yang Berdaya Saing Tinggi Tahun 2018”

Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi serta dilandasi oleh Visi maka Misi Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Daya saing industri Jawa Barat;
  2. Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri dan mengendalikan stabilisasi sistem distribusi, pengawasan serta pengendalian pasar dalam negeri;
  3. Meningkatkan Sumberdaya Dinas Perindustrian Perdagangan Jawa Barat.

Untuk maencapai Visi tersebut maka dibuat kebijakan pembangunan sebagai berikut :

Kebijakan Perindustrian :

  1. Peningkatan unit usaha industri kecil dan menengah serta kemitraan antar industri;
  2. Peningkatan daya saing industri unggulan (industri kreatif, industri telematika, industri agro , industri tekstil dan produk tekstil, industri komponen otomotif serta industri alas kaki);

Kebijakan Perdagangan :

  1. Peningkatan perdagangan ekspor dan pengembangan pasar luar negeri;
  2. Peningkatan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis serta sistem distribusi barang yang efektif dan efisien;
  3. Penggunaan produk dalam negeri, peningkatan pengembangan dan perlindungan sarana dan prasarana perdagangan;
  4. Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa serta perlindungan terhadap konsumen;
  5. Peningkatan tertib usaha dan tertib ukur , takar , timbang dan perlengkapannya (UTTP) serta tertib barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

B. Koperasi dan UMKM

Visi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat yaitu “Mewujudkan Koperasi dan UMKM yang Berkualitas dan Berdaya Saing”di tunjang dengan 5 Misi :

  1. Meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM aparatur dan KUMKM
  2. Meningkatkan Tatakelola Kelembagaan Koperasi dan KUMKM
  3. Meningkatkan Akses Pemasaran, Jaringan Usaha dan Pengembangan KUMKM
  4. Meningkatkan Akses Pembiayaan dan Teknologi bagi KUMKM
  5. Mendorong Kemandirian dan Daya Saing KUMKM

Berdasarkan Visi dan Misi tersebut maka digunakan kebijakan dianatarnya adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan kualitas kelembagaan dan usaha koperasi dan UMKM, serta perlindungan dan dukungan usaha bagi koperasi dan UMKM.
  2. Peningkatan kualitas SDM, akses pasar, teknologi, kualitas produk dan pembiayaan bagi Koperasi dan UMKM.

    1. Tujuan dan Sasaran RENJA

Penetapan tujuan dan sasaran didasarkan pada identifikasi factor-faktor kunci keberhasilan (Critical Success Factor) yang ditetapkan. Penetapan tujuan akan mengarah kepada perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan Visi dan Misi. Sedangkan sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan terfokus yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai.

      1. Tujuan

Sehubungan belum terbentuknya Rentra 2019 maka Tujuan dan sasaran yang hendak di capai dalam perencanaan strategis DinasKoperasi Usaha Kecil menengah dan perdagangan Kota Banjar masih mengacu Renstra periode 2014-2018, sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Tata Laksana Perkantoran Dan SDM Yang Profesional
  2. Meningkatkan Motivasi Dan Kompetensi Para Pelaku Usaha
  3. Meningkatkan Iklim Usaha Perdagangan yang Kondusif
  4. Meningkatkan Pembinaan dan Peran Koperasi dan UMKM
  5. Meningkatkan Daya Saing Produk

      1. Sasaran

Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/ dihasilkan secara nyata oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dalam jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang. Perumusan sasaran harus memiliki kriteria “SMART-C”. Analisis SMART-C digunakan untuk menjabarkan isu yang telah dipilih menjadi sasaran yang lebih jelas dan tegas. Analisis ini juga memberikan pembobotan kriteria, yaitu spesifik (spesific), terukur (measuable), dapat dicapai (achievable), relevan(relevant), batas waktu (time bound) dan perbaikan berkelanjutan (continously improve).

Sasaran di dalam Rencana Strategis Dinas Koperasi usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar adalah :

  1. Meningkatnya Kinerja Aparatur

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Tersedianya sarana dan Prasarana Pendukung Kinerja Aparatur
  • Tersusunnya laporan keuangan,semester,tahunan dan capaian kinerja tepat waktu;
  • Prosentase Aparatur yang mengikuti Kursus, sosialisasi, Diklat dan Bintek
  1. Meningkatnya Sumberdaya Manusia Para Pelaku Usaha Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :

  • Jumlah pengelola koperasi yang dilatih;
  • Jumlah pelaku usaha Ekport dan Import yang dilatih;
  • Terciptanya Pelaku usaha UMKM yang berwawasan dan berjiwa wirausaha;
  • Jumlah UKM/IKM yang dilatih;
  1. Meningkatnya Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap PDRB

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB
  1. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Perdagangan. Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :
  • Terbangunnya Sub Terminal Agro
  • Rehabilitasi Pasar Bojong kantong
  • Terbangunnya Pasar Muktisari
  • Tersedianya Tanah dan Bangunan Rest area
  • Tersedianya Fasilitas parkir di UPTD Pasar Hewan
  • Tersedianya Tanah dan Bangunan UPTD Pasar Hewan
  1. Terciptanya Perlindungan Konsumen maupun Pelaku Usaha

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Pengawasan Terhadap Penggunaan Alat UTTP (Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya)
  • Pengawasan dan Pemantauan harga, distribusi bahan pokok dan barang/jasa penting lainnya.
  1. Berkembangnya Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Koperasi

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Usaha Mikro dan Kecil
  • KSP/USP yang sehat
  • Koperasi Aktif
  1. Meningkatnya Pemasaran dan Daya Saing Produk Industri.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Kontribusi Sektor Perindustrian Terhadap PDRB
  • Pertumbuhan Industri Pengolahan
  • Produk Unggulan (Jenis)
  1. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Industri

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  • Fasilitasi Sarana dan Prasarana Industri

Sebagai penjabaran dari tujuan dan sasaran organisasi , maka maksud dan tujuan penyusunan Rencana Kerja SatuanKerja Perangkat Daerah (RENJA-SKPD) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota BanjarTahun 2019 adalah :

  1. Sebagai Pedoman pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD Koperasi Usaha Kecil menengah dan Perdagangan Kota Banjar dalam kurun waktu satu tahun.
  2. Sebagai implementasi untuk pencapaian tujuan organisasi.
  3. Sebagai upaya nyata atau action plan SKPD dalam mewujudkan masyarakat industri perdagangan dan Koperasi yang Maju, Tangguh berdaya saing dan mandiri dalam mendukung Perekonomian Kota Banjar.
  4. Sebagai tolok ukur terhadap keberhasilan SKPD dalam melaksanakan tugas pokokdan fungsi.

    1. Program dan Kegiatan

Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu dan beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai sasaran tertentu.

Perumusan program dan kegiatan sesuai dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun yang direncanakan berdasarkan tingkat urgensi dan relevansinya, yang disesuaikan kebutuhan dan kemampuan untuk memecahkan isu – isu penting terkait penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah dan PerdaganganKota Banjar, sesuai dengan isu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) diantaranya adalah Distribusi Pendapartan dan UMKM dan Koperasi berbasis produk pertanian,

Pada Tahun 2019 Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar merencanakan akan melaksanakan sebanyak 18 (delapan belas) program yang didukung oleh 93(Tujuh puluh tiga) kegiatan dengan rincian yaitu : 5 (Lima) program dan 31 (Tiga puluh satu)kegiatan merupakan urusan rutin sedangkan 13 (tiga belas) program dan 62 (enam Puluh dua) kegiatanmerupakan urusan Bidang Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar yang akan dilaksanakan menyebar di Kota Banjar .

Sesuai dengan hal diatas,dapat disimpulkan bahwa jumlah program sebanyak 18 program dengan jumlah kegiatan 94 yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan total pagu indikatif urusan wajib/pilihan sebesar Rp. 4.495.618.200- dan Untuk program dan kegiatan urusan rutin sekitar Rp. 13.791.800.000 –

Program dan kegiatan pada Tahun 2019 disajikan pada tabel 3.3.1 Rumusan rencana program dan kegiatan DISKUKMP 2019 dan prakiraan maju Tahun 2020.

TABEL 3.3.1

3.3.1. PROGRAM DAN KEGIATAN URUSAN RUTIN

    1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran meliputi :

Tujuan program ini yaitu Terselenggranya pelayanan dan tertibnya administrasi perkantoran dengan kegiatanpokok yang akan dilaksanakan sebanyak 14 yaitu :

1).Kegiatan Jasa Surat Menyurat

Outputkegiatan ini adalah terfasilitasinya jasa surat menyurat selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah terwujudnya kelancaran surat menyurat selama 1 tahun yang terdiri dari belanja perangko, materai dan benda pos lainnya.

2). Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik

Outputkegiatan ini adalah terfasilitasinya pembayaran rekening telpon, air dan listrik selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya pembayaran rekening telepon, air dan listrik selama 1 tahun.

3). Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah

Outputkegiatan ini adalah terfasilitasinya pembayaran jasa jaminan asuransi Kendaraan dinas selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar.Outcome kegiatan ini adalah terjaminnya 19unit Kendaraan Dinas/Oprasional, selama 1 tahun.

4). Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Oprasional

Outputkegiatan ini adalah pembiayaan bagi jasa pembayaran STNK dan KIR kendaraan Dinas/ Oprasional selama 1 tahun pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah terbiayainya STNK dan KIR22unit kendaraan Dinas/Oprasional Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi Kota Banjarselama 1 tahun.

5). Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

Outputkegiatan ini adalah pembiayaan bagi jasa kebersihan selama 1 tahun pada DISKUKMP Kota Banjar Outcome kegiatan ini adalah terbiayainya honor bagi cleaning service Dinas dan petugas kebersihan kompleks pasar.

6). Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor

Outputkegiatan ini adalah tersedianya alat tulis kantor selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya alat tulis kantor Dinas selama 1 tahun.

7). Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan

Outputkegiatan ini adalah terpenuhinya biaya untuk percetakan dan penggandaan selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah tersedianya bahan cetakan dan penggandaan untuk 1 tahun yang terdiri dari belanja cetak, belanja penggandaan dan penjilidan.

8). Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor

Outputkegiatan ini adalah terbiayainya komponen instalasi dan penerangan kantor selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpeliharanya penerangan bangunan kantor dan terbiayainya komponen instalasi listrik selama 1 tahun.

9). Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga

Outputkegiatan ini adalah tersedianya peralatan rumah tangga kantor selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar . Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya peralatan rumah tangga kantor selama 1 tahun.

10). Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-Undangan

Outputkegiatan ini adalah tersedianya bahan bacaan di kantor selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya informasi untuk 1 tahun, yang terdiri dari belanja iklan, belanja surat kabar dan belanja buku.

11). Kegiatan Penyediaan Makanan Dan Minuman

Outputkegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan makanan dan minuman kegiatan kantor selama satutahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya pelayanan melalui pengadaan makanan dan minuman kegiatan kantor yang terdiri dari makanan dan minuman untuk rapat dan makanan dan minuman untuk tamu.

12). Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah

Outputkegiatan ini adalah tersedianya biaya perjalanan dinas ke luar daerah selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terlaksananya kordinasi antar intasi ke tingkat pertikal yang lebih atas.

13). Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi / Teknis Perkantoran.

Outputkegiatan ini adalah pembiayaan bagi jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran 67 orang .

Outcome kegiatan ini adalah Lancarnya administarsai dan teknis di kantor selama 1 tahun.

14). Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Dalam Daerah

Outputkegiatan ini adalah terbiayainya biaya perjalanan dinas kedalam daerah selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya kegiatan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah.

15). Penyedia Jasa Sewa Sarana dan Prasarana

Outputkegiatan ini adalah Terfasilitasinya Lahan/Tanah PT KAI yang digunakan untuk pasar Banjar

Outcome kegiatan ini adalah lancarnya kegiatan Perdangan di pasar Banjar

    1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Kegiatan – kegiatan dan indikator kinerja yang termasuk dalam Program Pelayanan Administrasi Perkantoran meliputi :

1). Kegiatan Pengadaan Kendaraan dinas/operasional

Outputkegiatan ini adalah Tersedianya 2 Jenis Kendaraan dinas/operasional kantor pada DISKUKMP Kota Banjar.

Outcome kegiatan ini adalah lancarnya mobilitas dan operasional kantor pada DISKUKMP Kota Banjar.

2). Kegiatan Pengadaan Meubeler

Outputkegiatan ini adalah Tersedianya Meubeler kantor pada DISKUKMP Kota Banjar.

Outcome kegiatan ini adalah tersedianya Meubeleur pada Dinas DISKUKMP Kota Banjar.

3). Kegiatan Pengadaan Peralatan dan perlengkapan kantor

Outputkegiatan ini adalah Tersedianya Peralatan dan perlengkapan kantor pada DISKUKMP Kota Banjar.

Outcome kegiatan ini adalah lancarnya operasional kantor pada DISKUKMP Kota Banjar.

4). Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

Outputkegiatan ini adalah terpeliharanya dan terawatnya gedung kantor dan bangunan pasar Kota Banjar.

Outcome kegiatan ini adalah terlaksananya estetika keindahan Gedung kantor dan pasar di Kota Banjar.

5). Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

Outputkegiatan ini adalah terbiayainya pemeliharaan kendaraan Dinas selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar.

Outcome kegiatan ini adalah tersedianya pemeliharaan 22 unit kendaraan dinas, yang terdiri dari belanja pengadaan suku cadang dan belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas.

6). Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala mebeuleur

Outputkegiatan ini adalah tersedianya pemeliharaan mebeleur selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah Terpeliharanya peralatan meubeler kantor

7). Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan

Outputkegiatan ini adalah tersedianya pemeliharaan peralatan kerja selama satu tahun pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terpenuhinya sarana alat perkantoran yang layak/memadai, yang terdiri dari belanja pemeliharaan komputer.

    1. Program Peningkatan disiplin Aparatur

1). Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas beserta Perlengkapannya

Outputkegiatan ini adalah tersedianya 1 paket pakaian Dinas untuk pegawai PNS dan Non PNS pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah meningkatnya disiplin aparatur pada DISKUKMP Kota Banjar

2). Kegiatan Pengadaan Pakaian khusus hari – hari tertentu

Outputkegiatan ini adalah tersedianya 1 paket pakaian Hari-hari tertentu untuk pegawai PNS dan Non PNS pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah meningkatnya disiplin aparatur pada DISKUKMP Kota Banjar

    1. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

1). Kegiatan Bintek/Workshof/kursus/latihan/seminar/sosialisasi

Outputkegiatan ini adalah Jumlah SDM paratur padaDISKUKMP Kota Banjar yang menikuti Bintek/Workshof/kursus/latihan/seminar/ sosialisasi

Outcome kegiatan ini adalah meningkatnya SDM aparatur.

    1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Kegiatan-kegiatan dan indikator kinerja yang termasuk dalam Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan meliputi :

1). Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

Output kegiatan ini adalah tersedianya data dokumen pelaporan akhir tahun anggaran 2018 pada DISKUKMP Kota Banjar. Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya evaluasi dan pelaporan tahun anggaran 2018.

2). Kegiatan Penyusunan pelaporan keuangan semesteran

Output kegiatan ini adalah tersedianya data pelaporan keuangan semesteran tahun anggaran 2018 pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya pelaporan keuangan semesteran tahun anggaran 2019.

3). Kegiatan Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun

Output kegiatan ini adalah tersedianya data pelaporan keuangan akhir tahun anggaran 2018 pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya pelaporan keuangan akhir tahun tahun anggaran 2018.

4). Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Anggaran

Output kegiatan ini adalah tersedianya data dokumenRencana Kerja Anggaran Perubahan 2019 dan Rencana Kerja Murni 2020 pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perubahan 2019 dan Rencana Kerja Murni 2020.

5). Kegiatan Penyusunan Rencana Strategis

Output kegiatan ini adalah tersedianya data dokumenRencana Strategis periode 2019-2024 pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terfasilitasinya penyusunan Rencana Strategis periode 2019-2024 padaDISKUKMP Kota Banjar

6). Kegiatan Rapat Kerja Dinas

Output kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Rapat Kerja Dinas pada DISKUKMP Kota Banjar

Outcome kegiatan ini adalah terkoordinasinya program-program KerjaDISKUKMP .

3.3.2. PROGRAM DAN KEGIATAN URUSAN WAJIB/PILIHAN

  1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Hasil (Outcome): Tumbuhnya Industri Pengolahan

Indikator kinerja :

    • Pertumbuhan Industri Pengolahan
    • Kontribusi sektor Perindustrian Terhadap PDRB

Kegiatan:

  1. Pameran produk unggulan IKM.

Indikator Keluaran (Output): Terfasilitasinya Promosi Produk IKM Kota Banjar di tingkat regional.

Kelompok sasaran: Para Pengusaha IKM

  1. Fasilitasi sertifikasi Halal bagi produk IKM Kota Banjar

Indikator Keluaran (Output): Terbinanya dan terfasilitasinya sertipikat Halal Indutri Kecil Menengah di Kota Banjar

Kelompok sasaran : Industri Kecil dan Menengah komoditi Makanan dan Minuman Olahan

  1. Fasilitasi sertifikasi Halal bagi produk IKM Kota Banjar (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output): Terbinanya dan terfasilitasinya sertipikat Halal Indutri Kecil Menengah di Kota Banjar

Kelompok sasaran : Industri Kecil dan Menengah komoditi Makanan dan Minuman Olahan

  1. Program Peningkatan Kapasitas IPTEK sistem Produksi

Hasil (Outcome): Meningkatnya Kapasitas Iptek sistem produksi IKM

Indikator kinerja:

    • Meningkatnya Kapasitas Iptek Sitem Produksi IKM
    • Tercantumnya Kandungan uji pangan pada produk IKM

Kegiatan :

  1. Pengembangan kapasitas Pranata Pengukuran, Standarisasi, Pengujian dan Kualitas

Indikator Keluaran : Tercantumnya Kandungan uji pangan pada produk IKM makanan olahan

Kelompok sasaran : IKM pengolahan pangan.

  1. Pengembangan sitem inovasi teknologi, industry,fasilitasi GMP(Good Manufacturing Practices)

Indikator Keluaran (Output) : Terlatihnya IKM pengolahan Pangan

Kelompok sasaran : IKM pengolahan Pangan

  1. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri

Hasil (Outcome) : Meningkatnya cakupan fasilitasi sarana produksi Industri Pengolahan.

Indikator Sasaran :Pelaksanaan Fasilitasi sarana Produksi, Kegiatan :

  1. Kajian Ilmiah tentang produk unggulan Kota Banjar

Indikator Keluaran (Output) : Terselenggaranya kajian ilmiah tentang produk unggulan Kota Banjar

Kelompok sasaran : Produk IKM Kota Banjar

  1. Fasilitasi alat/sarana prodksi IKM

Indikator Keluaran (Output) : Terfasilitasinya Alat /sarana produksi bagi IKM

Kelompok sasaran : IKM

  1. Pelatihan Desain Kemasan IMKM

Indikator Keluaran(Output) : Terciptanya desain kemasan

Kelompok Sasaran : Pelaku usaha IMKM

  1. Fasilitasi Peralatan Kemasan (BANPROV)

Indikator Keluaran(Output) : Tersedianya fasilitas kemasan bagi IKM

Kelompok Sasaran : Pelaku usaha IMKM

g). Peningkatan Pelayanan Kemasan (TOP DOWN)

Indikator Keluaran(Output) : Terfasilitasinya pelayanan Kemasan Produk IMKM Kota Banjar

Kelompok Sasaran : Pelaku usaha IMKM

  1. Program Penataan Struktur Industri

Hasil (Outcome): Terfasilitasinya Pembentukan Asosiasi IKM dan pengadaan lahan untuk Kawasan Industri.

Indikator :

    • Terbentuknya Asosiasi IKM
    • Lahan untuk kawasan Industri

Kegiatan :

a).Pembangunan Instalasi Pembuangan Limbah ( APBN)

Indikator Keluaran (Output) :Tersedianya fasilitas pembuangan limbahbagi IKM.

Kelompok Sasaran :IMKM .

b). Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kota Banjar

Indikator Keluaran (Output) :Tersedianya Dokumen Awal Rencana Pembangunan Industri Kota Banjar.

  1. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan DN/LN

Hasil (Outcome): Meningkatnya kontribusi sector perdagangan terhadap PDRB.

Indikator : Kontribusi sector perdagangan terhadap PDRB.

Kegiatan :

  1. Kelancaran Distribusi Produk Dalam Negeri, Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk/Fasilitasi Promosi Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Indikator Keluaran (Output): Terlaksananya Fasilitasi Promosi melalui Pameran Tingkat Regional, Nasional ataupun Internasional.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang, IKM dan KUKM

  1. Kelancaran Distribusi Produk Dalam Negeri, Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk/Fasilitasi Promosi Dalam Negeri dan Luar Negeri. (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output): Tersedinya Kendaraan Promosi Produk IKM/UMKM

Kelompok Sasaran : Para Pedagang, IKM dan KUKM

  1. Peningkatan Jaringan Informasi Perdagangan

Indikator Keluaran (Output):Terpromosikannya Produk-produk dan Potensi IKM/UKM Kota Banjar Secara On Line

Kelompok Sasaran : Pelaku UMKM

  1. Penyuluhan peningkatan disiplin Usaha bagi para pelaku Usaha perdagangan di lingkungan pasar tradisional.

Indikator Keluaran (Output): Terlaksananya Penyuluhan peningkatan disiplin Usaha bagi para pelaku Usaha perdagangan di lingkungan pasar tradisional.

Kelompok sasaran : Para Pelaku Usaha Agro

  1. Peningkatan Pengawasan distribusi barang dan jasa

Indikator Keluaran (Output): Terawasinya distribusi Barang dan Jasa

Kelompok sasaran : Para Pedagang

  1. Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan

Hasil (Outcome): Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana Pedagang kaki Lima dan asongan Indikator Kinerja :

  • Terfasilitasinya sarana dan prasarana tempat usaha para pedagang kaki lima (kuliner) dan asongan;

Kegiatan :

  1. Pembinaan Organisasi/Kelompok Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan Asongan.

Indikator Keluaran (Output): Terbentuknya Organisasi/Kelompok Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan Asongan.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan asongan.

  1. Fasilitasi Sarana dan Prasarana tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan.

Indikator Keluaran (Output): Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan asongan.

  1. Fasilitasi Sarana dan Prasarana tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output): Terfasilitasinya Sarana dan Prasarana tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan asongan.

  1. Pendataan dan Penataan lokasi pedagang kaki lima dan asongan (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output): Terdata dan tetrtatanya pedagang kaki lima dan asongandi areal pasar.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang Pasar, Pedagang Kaki Lima dan asongan.

  1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdagangan

Hasil (Outcome): Terwujudnya sarana dan prasarana usaha dan perdagangan yang layak dan memadai.

Kegiatan :

  1. Pengadaan sarana dan Prasarana pasar dan distribusi barang/produk (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output): Terfasilitasiya sarana dan prasarana pasar

Kelompok Sasaran : Oeadagang Pasar Desa Rejasari

  1. Pengembangan sarana Metrologi peralatan standar kemetrologian(APBN)

Indikator Keluaran (Output): Tersedianya peralatan Standar dan lancarnya pelayanan Kemetrologian di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : aparatur dan sarana kemeterologian

  1. Pengembangan sarana Metrologi Kendaraan Operasional (APBN)

Indikator Keluaran (Output): Tersedianya kendaraan operasioanal dan lancarnya pelayanan Kemetrologian di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : aparatur dan sarana kemeterologian

  1. Rehab Gallery

Indikator Keluaran (Output): Tersedianya tempat promosi produk UMKM

Kelompok Sasaran : UMKM

  1. Pengadaan sarana dan Prasarana pasar dan distribusi barang/produk (APBN)

Indikator Keluaran (Output): Terciptanya pasar yang tertib rapih dan tratur layak dan refresentatip menuju pasar SNI

Kelompok Sasaran : Peadagang Pasar Banjar

  1. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

Hasil (Outcome): Terfasilitasinya Perlindungan Konsumen

Kegiatan :

  1. Pemantauan dan Pengawasan harga, persediaan barang serta arus distribusi bahan pokok dan barang penting/strategis lainnya

Indikator Keluaran (Output); Terlaksananya Pemantauan Pengawasan harga, persediaan barang serta arus distribusi bahan pokok dan barang penting/strategis lainnya.

Kelompok Sasaran : Para Pedagang barang/jasa

  1. Peningkatan dan Pengawasan terhadap Penggunaan Alat UTTP

Indikator Keluaran (Output):Terawasinya Penggunaan Alat UTTP

Kelompok Sasaran : Pedagang/Pengguna alat UTTP

  1. Koordinasi dan Kerjasama dengan instansi terkait/Asosiasi/ lembaga/Badan skala daerah dalam penyelenggaraan perlindungan Konsumen.

Indikator Keluaran (Output): Terlaksananya kerjasama dengan instansi terkait/Asosiasi/lembaga/Badan skala daerah dalam penyelenggaraan perlindungan Konsumen .

Kelompok Sasaran : instansi terkait/Asosiasi/lembaga/Badan skala daerah

g). Fasilitasi Informasi Harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang stategis lainnya melalui Media Elektronik/Cetak.

Indikator Keluaran (Output): Tersedianya Fasilitas untuk Informasi Harga Kebutuhan Barang Pokok dan barang strategis lainnya melalui Media Elektronik/Cetak.

Kelompok Sasaran : Masyarakat umum.

h). Pengamanan distribusi dan pemenuhan kebutuhan pokok menghadapi hari besar keagamaan.

Indikator Keluaran (Output): Terlaksananya distribusi barang/kebutuhan pokok menghadapi hari besar keagamaan

Kelompok Sasaran :Masyarakat Umum/konsumen

i). Pelayanan Tera/tera Ulang UTTP dan Perlengkapannya

Indikator Keluaran (Output): Jumlah alat UTTP dan perlengakapannya yang di tera/tera ulang

Kelompok Sasaran :Pengguna alat UTTP dan Perlengkapannya

j). Pengawasan tertib Niaga

Indikator Keluaran (Output): Terciptanya tertib Niaga di Kota banjar

Kelompok Sasaran :Pedagang dan Konsumen

k). Kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) Wilayah Kota Banjar

Indikator Keluaran (Output): Terfasilitasinya OPM di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : Masyarakat umum.

  1. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

Hasil (Outcome): Meningkatnya Ekspor bersih di Kota Banjar

Kegiatan :

    1. Pelatihan Peningkatan SDM tentang Pemenuhan Pasar Ekspor

Indikator Keluaran (Output); Terselenggaranya diklat tentang Tatacara dan kebijakan ekspor dan impor

Kelompok Sasaran : Para pengusaha Ekspor/Impor

  1. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Hasil (Outcome): meningkatnya Koperasi Aktif

Indikator kinerja:

    • Prosentase Koperasi Aktif

Kegiatan

  1. Peningkatan Sarana dan prasarana pendidikan dan Pelatihan Koperasi

Indikator Keluaran (Output) :Meningkatnya SDM pengelola Koperasi

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

  1. Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi berprestasi

Indikator Keluaran (Output) : Terlaksananya penilaian pemeringkatan klasifikasi Koperasi

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

c). Rintisan penerapan teknologi sederhana/manajemen modern pada jenis usaha Koperasi

Indikator Keluaran (Output) :Terciptanya kelembagaan koperasi yang moderKelompok sasaran : Koperasi se-Kota Banjar

d) Pemberdayaan Koperasi

Indikator Keluaran (Output) : Terselenggaranya Harkopnas

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

  1. Sosialisasi prinsip-prinsip perkoperasian

Indikator Keluaran (Output) : Terlaksananya Sosialisasi prinsip-prinsip perkoperasian

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

  1. Monitoring dan evaluasi

Indikator Keluaran (Output) : Terlaksananya Monev Koperasi di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

  1. Pengembangan dan Peningkatan SDM pengelola dan pengurus Koperasi

Indikator Keluaran (Output) :Meningkatnya Kualitas SDM Pengelola dan pengurus Koperasi dalam Mengelola manajemen dan Keuangan Koperasi

Kelompok Sasaran : Koperasi Se-Kota Banjar

g). Peringatan Harkopnas )

Indikator Keluaran (Output) :Terselenggranya Harkopnas di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : Masyarakat dan Koperasi

h). Desa Koperasi(BANPROV)

Indikator Keluaran (Output) : Terbentuknya desa Koperasi percontohan di Kota Banjar

Kelompok Sasaran : Masyarakat dan Koperasi

  1. Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM

Hasil (Outcome): meningkatnya Usaha Mikro Kecil

Indikator kinerja:

    1. Jumlah Usaha Skala Mikro
    2. Jumlah Usaha Skala Kecil
    3. Jumlah Usaha Skala Menengah

Kegiatan

  1. Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan

Indikator Keluaran (Output) : Terselenggaranya Pelatihan Kewirausahaan bagi UMKM

Kelompok Sasaran : UMKM dan Wira Usaha Baru

  1. Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM

Indikator Keluaran (Output) : terfasilitasinya Kemitraan antar Usaha UMKM baik Lokal, Regional maupun Nasional

Kelompok Sasaran :Pelaku UMKM

  1. Bintek produksi Produk unggulan

Indikator Keluaran (Output) :Terselenggranya Bintek

Kelompok Sasaran : UMKM

  1. Pelatihan Keamanan Pangan bagi UMKM olahan Makanan

Indikator Keluaran (Output) :Terselenggaranya Pelatihan Keamanan Pangan bagi UMKM

Kelompok Sasaran :UMKM Kota Banjar

  1. Program Penciptaan Iklim Usaha UKM yang Kondusif

Hasil (Outcome): Terfasilitasinya sertifikasi Kesehatan dan Halal untuk Produk UMKM

Indikator kinerja:

    1. Sertifikat PIRT dan Halal bagi UMKM

Kegiatan

  1. Sosialisasi legalitas Usaha Produk UMKM

Indikator Keluaran (Output): Terselenggranya Sosialisasi legalitas Usaha Produk

Kelompok Sasaran : UMKM

  1. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM

Hasil (Outcome): Terpenuhinya pendukung usaha bagi UMKM

Indikator kinerja:Tersedianya system pendukung usaha bagi UMKM

Kegiatan :

a) Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Indikator Keluaran (Output) : Terselenggaranya Promosi Produk unggulan KUMKM Kota Banjar baik Lokal maupun regional

Kelompok Sasaran : KUMKM

  1. Sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan

Indikator Keluaran (Output) : Tersosialisasikannya informasi program dukungan penyediaan permodalan bagi koperasi dan UMKM

Kelompok Sasaran : UMKM

  1. Pengemabangan Sarana Pemasaran Paroduk UMKM (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output) : Tersedianya Sarana Pemasaran Paroduk UMKM (UKM Mart) bagi UMKM

Kelompok Sasaran : UMKM

  1. Pengadaan Sarana Promosi (BANPROV)

Indikator Keluaran (Output) : Tersedianya Kendaraan Sarana Promosi/Pemasaran Paroduk UMKM (UKM Mart) bagi UMKM

Kelompok Sasaran : UMKM

BAB IV

PENUTUP

4.1. CatatanPentingTentangPelaksanaan Program danKegiatan

DalamPelaksanaandanpenyusunansertapenetapanberbagai program dankegiatan Pembangunan ditujukanuntukmeningkatkankualitasperencanaandanprodukperencanaan yang diukurberdasarkansasaran-sasaran. Program danKegiatanuntukmencapaisasaran-sasaranpembangunanyang tertuangdalamRencanaKerjaDISKUKMP Kota Banjar Tahun 2019harusmenerapkanprinsip-prisipefesiensi, efektivitas, transparansidanakuntabilitas.

Gunamemperolehoptimalisasipencapaianhasil,pada program /kegiatan yang dilaksanakan di DISKUKMPbaikdalamkerangkaregulasi,maupunmensyaratkanketerpaduandansinkronisasiantarkegiatandalamsatu program maupunkegiatanantar program,dalamsatuinstansidanantarinstansi, dengantetapmemperhatikantugaspokokdanfungsi yang melekatpadamasing – masingSatuanKerjaPerangkat Daerah (SKPD) sertapembagianurusanantarapemerintahpusat, provinsi, dankabupaten/kotasesuaidenganperaturan – perundangundangan yang berlaku.

Untukmemperolehketerpaduandansinkronisasi di dalampelaksanaan program/ kegiatan yang telahdirencanakan, harusmelalui proses musyawarahantarpelakupembangunanmelaluitahapan Forum SatuanKerjaPerangkat Daerah dibawahlingkupBadanPerencanaan Pembangunan Daerah, agar program / kegiatanmenjaditerintegrasibaikantarkegiatan, program maupunsektor.

Dalampelaksanaannya, adabeberapakegiatan yang tidakdapat di biayaioleh APBD Kota Banjar danakandiajukanke APBD Provinsidan APBNdiantaranyauntukPengadaanPeralatankemeterologian,saranaprasarana PKL/UMKM,Peralatankemasanproduk IKM, KendaraanPromosidankegiatan yang lainnya.

4.2. KaidahKaidahPelaksanaan

SehubungandenganituterbitnyaPermendagri 54 tahun 2010, makaditetapkankaidahkaidahpelaksanaanpenyusunanRencanaKerjaDISKUKMP Kota Banjar Tahun 2019sebagaiberikut:

  1. Di dalampenyusunanRenjaDISKUKMP Kota Banjar Tahun 2019menggunakanpermendagri 54 tahun 2010
  2. DalampelaksanaanpenyusunanRenjamempergunakanPeraturanMenteriDalamNegeriNomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, PengendaliandanEvaluasi Pembangunan Daerah serta Tata Cara EvaluasiRancanganPeraturan Daerah TentangRencana Pembangunan JangkaPanjangdanRencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah serta Tata Cara PerubahanRencanaPembangunan JangkaPanjang Daerah, Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah danRencanaKerjaPemerintah Daerah,
  3. RencanaKerjaDISKUKMP Kota Banjar Tahun 2019dalamupayasinkronisasidanSinergitaspelaksanaansetiap program dankegiatanbaik yang bersumberdari APBD Kota, APBD ProvinsiJawa Barat maupunyang bersumberdari APBN, harusmemperhatikan / mempedomanidokumen- dokumenperencanaan yang adadiatasnyadiantaranya (RKP, RPJMN, RPJPD Provinsi, RPJMD Provinsi, RKPD Provinsi, RPJP Kota, RPJMD Kota, RKPD Kota Banjar.

    1. RencanaTindakLanjut
  4. Perlupeningkatankapasitas SDM aparaturperencanaanuntukmelaksanakantugasperencanaan yang semakinkomplek, Upaya yang harusditempuhdapatmelaluipendidikan formal, bintek, pelatihan, seminar sertakegiatanlainnya yang menunjangpeningkatankinerjaaparaturperencanaan.
  5. Dalamrangkasinergitasperencanaanharuslebihintensif di dalammelaksanakankoordinasidengan SKPDlain, agar proses pembangunan yang dilaksanakanberdayagunadanberhasilguna.
  6. Meningkatkanperansertamasyarakat, baikdalam proses perencanaanmaupunpenganggaran, sehinggatransparansiakanlebihterwujud.
  7. Dalammenetapkandokumenperencanaanharustepatwaktusesuaidenganamanatperaturanperundangan yang berlaku, halinidapatdilaksanakanapabilakitamengacujadwal yang telahditetapkan.

Banjar, 2018

KepalaDinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banjar

SAIFUDDIN A.Ks., M. Kes

NIP. 19680629 198901 1 002