STRATEGI KEMENDAG DORONG EKSPOR DI TENGAH PANDEMI CORONA

Pandemi Covid-19 sebenarnya dapat diambil hikmahnya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena Indonesia justru menambah jumlah komoditi ekspor untuk negara-negara lain yang membutuhkan produk yang tidak dapat mereka produksi selama pandemi. 

Kementerian Perdagangan pun berupaya untuk terus meningkatkan jumlah ekspor. Indonesia sendiri memiliki produk pangan olahan, yang dapat diandalkan, terutama selama pandemi Covid-19. Tentu hal ini sangat menguntungkan para produsen pangan olahan, yang sedang mengalami kelesuan di pasar domestik.

Sektor Produk Pangan Olahan Mulai Menggeliat di Era New Normal

Menurut Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan, jajaran Kemendag masih terus meningkatkan kinerja dari sektor perdagangan di Indonesia, terutama untuk ekspor produk pangan olahan. Hal ini menindaklanjuti pernyataannya pada 16 April 2020 lalu, saat pandemi baru saja melanda Indonesia.  Di era new normal ini, banyak produsen pangan olahan kembali beraktivitas, sehingga produk ekspor dapat ditingkatkan. Terlebih, berdasarkan kumpulan berita terbaru hari ini negara-negara tujuan ekspor juga masih mengalami kesulitan untuk memproduksi produk pangan olahan sendiri. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Singapura, serta Jepang.

Peningkatan Neraca Perdagangan Indonesia Kuartal II

Sektor perekonomian di Indonesia sangat terdongkrak dengan peningkatan jumlah ekspor sejak awal tahun 2020 hingga April 2020. Peningkatan 8% dari tahun sebelumnya—yakni kurang lebih USD 1.32 miliar—adalah tren positif.

Jumlah permintaan ekspor hanya menurun sedikit saja, sehingga produsen pangan olahan masih dapat melakukan proses produksi karena kebutuhan ekspor masih terus ada. Produk pangan olahan yang selalu mendapat banyak permintaan adalah olahan ikan, krustasea kepiting dan udang, serta konsentrat dan esens kopi.

Upaya ini tentu harus diimbangi dengan kemudahan produsen untuk mendapatkan surat keterangan asal barang.  Dalam hal ini, kementerian perdagangan sudah menerapkan affixed signature serta stamp. Selain itu, ditingkatkan pula penerapan autentikasi otomatis untuk perizinan ekspor/impor bagi produsen dengan reputasi bagus, dan juga dipercepatnya layanan ekspor/impor berikut pengawasannya melalui National Logistic Ecosystem atau NLE.

Agus Suparmanto mengatakan upaya tersebut juga akan diimbangi dengan peningkatan pelayanan informasi  serta promosi ekspor dan business matching secara virtual melalui perwakilan perdagangan. Ia meminta supaya semua produsen secara aktif juga mencari informasi tentang kebutuhan utama negara tujuan, sehingga memudahkan produsen untuk melakukan ekspor produk mereka.

Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) Tahun 2020

Dinas Koperasi UKM dan Perdaganga melalui UPTD Metrologi Legal Kota Banjar memberikan pelayanan tera dan tera ulang terhadap pelaku usaha yang memiliki alat ukur, takaran, timbangan dan perlengkapannya (UTTP). Pelayanan tera/tera ulang dimaksudkan untuk memastikan akurasi alat UTTP serta menjamin perlindungan konsumen atas jaminan kebenaran hasil pengukuran dan penimbangan dalam transaksi perdagangan, sehingga baik pedagang maupun pembeli tidak ada yang dirugikan.

“Dan tegakanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu” QS. 55 : 9

Tertib Ukur mencerminkan budaya jujur.